Tanda-Tanda Stres Kerja dari Rumah

Jadi, sudah berapa lama Anda menjalani kerja dari rumah? Apakah pengalaman work from home sesuai dengan bayangan selama ini? Ternyata tidak. Iya kan?

Sejak wabah virus covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020, sebagian besar perusahaan menganjurkan karyawannya kerja dari rumah. Imbauan ini sesuai dengan arahan pemerintah demi memutus rantai penularan penyakit. Selama satu sampai dua pekan pertama, Anda bisa menjalani rutinitas baru ini dengan bahagia. Tetapi, pada pekan berikutnya, gejala stres mulai datang melanda.

Pahami tanda-tanda stres kerja dari rumah berikut ini agar Anda bisa mencari cara untuk mengatasinya.

Kelelahan

Meski Anda tidak pergi ke kantor, berdesakan di kereta atau terjebak di tengah kemacetan, namun capek akibat kerja tetap ada. Kelelahan itu bisa terjadi akibat Anda bekerja melebihi 8 jam, hingga terlalu banyak mengikuti rapat virtual. Lebih parahnya lagi, jika Anda sibuk, tapi tetap merasa kurang produktif.

Sayangnya, tidak semua atasan memahami hal ini. Para bos, terus saja memberi tugas melebihi kapasitas hingga mengajak rapat berkali-kali dengan alasan koordinasi. Maka, Anda sendiri yang perlu mengenali tanda-tanda kelelahan akibat stres kerja dari rumah sebagai berikut:

  • Sulit berkonsentrasi
  • Kehilangan kreativitas
  • Mudah putus asa
  • Mudah marah

Membuat Kesalahan

Satu atau dua kesalahan yang dibuat karyawan saat bekerja itu biasa. Tapi, bagaimana kalau pegawai yang biasanya bisa diandalkan seperti Anda keliru berkali-kali? Hal ini tentu harus dipertanyakan.

Terkadang, kesalahan yang dibuat begitu sepele dan bisa dimaafkan. Namun, hal ini bisa menjadi masalah besar jika dibiarkan. Inilah beberapa kesalahan yang mungkin Anda lakukan jika mengalami stres kerja dari rumah:

  • Lupa meneruskan email
  • Tidak mencantumkan tanda tangan di bawah surat elektronik
  • Menyampaikan laporan yang tidak akurat
  • Melewati deadline

Semua kesalahan tersebut akan membuat Anda tampak tidak profesional. Jika pekerjaan yang tidak sempurna hanya terlihat di mata atasan atau rekan kerja, maka Anda akan mendapatkan konsekuensi dari internal. Namun, bila pekerjaan sudah berhubungan dengan klien, dampaknya bisa mencoreng reputasi perusahaan.

Berpikiran Negatif

Akhirnya, semangat kerja Anda menghilang karena stres kerja dari rumah berkepanjangan. Ketika dihadapkan pada proyek yang sulit, Anda tak punya keinginan untuk berusaha. Anda menganggap bahwa tantangan yang ada di hadapan sulit dikerjakan.

Pikiran negatif bisa terlontar dalam kata-kata. Berikut beberapa ucapan dari orang yang mengalami stres kerja dari rumah:

  • Saya tidak bisa bekerja
  • Proyek itu tidak mungkin berhasil
  • Tidak ada pilihan. Mau bagaimana lagi?

Nah, kalau sudah mengenal tanda-tanda stres kerja dari rumah, kini saatnya Anda mencari cara untuk terlepas dari tekanan. Ada berbagai upaya yang bisa Anda lakukan, seperti:

  • Mengatur jadwal kerja
  • Menyusun prioritas
  • Membatasi komunikasi soal tugas kantor di luar jam kerja
  • Tidur cukup
  • Makan teratur
  • Olahraga
  • Rencanakan “me time” seperti baca buku

Sebenarnya, salah satu saran yang ampuh untuk mengatasi stres adalah liburan. Tapi, seperti yang Anda tahu, melakukan perjalanan di masa pandemi seperti ini tidak mudah. Namun, terkadang Anda memang perlu benar-benar ke luar rumah asalkan tidak lupa menerapkan protokol kesehatan. Anda bisa berkeliling kompleks dan menghirup udara segar di pagi hari. Atau, Anda bisa melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi di akhir pekan.

Selain itu, komunikasikan kondisi Anda kepada atasan. Bila semua cara sudah ditempuh, namun Anda tetap tidak menemukan jalan keluar, mungkin ini saatnya untuk pindah kerja. Kita semua tahu bahwa mencari kerja di masa pandemi tidak mudah. Tetapi, Karir.com bisa membantu Anda menemukan “kapal” baru dengan lingkungan pekerjaan yang lebih kondusif.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *